Halwa Adzkiya Alfika

Sang putri manis nan cerdas. Ku tak pernah membayangkan memiliki seorang anak perempuan yang mungkin tercampur antara realita dan ekspektasi. Umurnya sudah setahun. Semakin lincah dia berjalan bahkan tak sabar untuk berlari mengejar teman yang berusia jauh dengannya. Senyum manis dan polosnya membuat bahagia. Melelehkan semua emosi dan kepenatan hidup. Suara centilnya yang memecah kesunyian dari sekeliling ku yang sepi berteman diskusi pribadi. Pikiran ku dikuasai olehnya seluruh dunia, jiwa dan ragaku. Namun, tak selamanya ku dapatkan kesenangan. Kadang juga menguji kesabaran dan emosi logika. Atas keingintahuannya, atas segala aktivitas pemecahan masalahnya yang membuat aku tak dapat mengurusinya dengan baik. Selalu mengeluh dan mencoba menyerah padahal aku memiliki rasa sayang. Tapi emosi ku berkata lain. Mungkin pernah aku memarahi atas kepolosannya, pernah berkeluh kesah atas amanah ini. Tapi semua itu hanya butiran kerikil-kerikil yang menyandung kaki. Padahal, aku tetap menyayanginya. Kesiapan untuk aku menjadi seorang ibu memang tidak ada. Semua dilakukan otodidak dan harus dengan ketulusan hati. Siap untuk meninggalkan kehidupan pribadi demi mengemban amanah kasih sayang kepada anak manusia. Bukan. Dia masih malaikat kecil tanpa sayap.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Copyright 2009 Marchantia
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes
Converted by Theme Craft
Powered by Free Website Templates
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver